Saya kutip dari buku, tapi saya ngetik ulang ini yaaaa...... !
Sel darah putih, dikenal sebagai leukosit, sebagai mekanisme pertahanan
tubuh melawan infeksi dan berperan dalam respon imun. Dalam keadaan normal
terdapat lima
jenis leukosit dalam darah. Tiga diantaranya adalah granulosit, karena
sitoplasmanya mengandung granul; berdasarkan warna granul dalam pewarnaan
sediaan hapus darah tepi, mereka dapat dibagi menjadi neutrofil (granul kecil
ungu), eosinofil (granul besar jingga) dan basofil (granul besar ungu tua).
Mereka semua memiliki lobus atau inti polimorfik dan dikenal sebagai leukosit
polimorfonuklear atau ‘polimorfik’. Fungsi granulosit terutama di jaringan
daripada di aliran darah. Mereka dapat mencapai jaringan dengan migrasi melalui
kapiler endotel.
Limfosit (Gb. 1.4d, e) adalah sel lebih kecil dari granulosit dan memiliki
nukleus bulat. Sebagian kecil dari mereka memiliki sejumlah kecil granul
sitoplasma. Limfosit dalam sirkulasi kelihatan sangat mirip satu sama lain
namun terdiri dari tiga galur yaitu sel B, sel T dan sel pembunuh alamiah (natural
killer/NK).
Monosit (Gb.1.4.f) adalah sel paling besar yang ada
di darah. Mereka memiliki nukleus berlobus dan sitoplasma banyak. Monosit
menghabiskan beberapa hari di sirkulasi meskipun peran utamanya adalah di
jaringan. Monosit matang menjadi makrofag atau histiosit (dikenal sebagai
sistem retikuloendotelial), mampu melakukan fagositosis, membunuh
mikroorganisme, memecah, dan membersihkan sisa sel yang hancur. Monosit
membawakan antigen ke limfosit. Sementara neutrofil berperan penting dalam
pertahanan melawan infeksi bakteri akut, maka galur sel monosit / makrofag
berperan penting dalam pertahanan melawan infeksi bakteri kronik, seperti
tuberkulosis dan infeksi jamur kronis. Monosit juga mensekresikan sejumlah
sitokin yang meningkatkan respon inflamasi terhadap infeksi serta faktor
pertumbuhan yang memicu produksi neutrofil dan monosit. Sebagai tambahan
monosit juga mengatasi parasit (seperti malaria) dan partikel lain dari
eritrosit. Monosit menghancurkan eritrosit pada akhir hidup eritrosit dan
menyimpan besi yang dilepaskan dari hemoglobin untuk dipakai kembali.
Trombosit merupakan
partikel kecil yang dibentuk dari pecahan sitoplasma megakariosit di sumsum
tulang, fungsinya terutama dalam respon hemostasis, membentuk sumbat trombosit
pada lokasi luka pembuluh darah. Apabila aktif, trombosit mengubah fosfolipid
di permukaannya untuk dapat berinteraksi dengan faktor koagulasi sehingga
mencetuskan pembekuan darah pada lokasi luka. Trombosit hidup sekitar 10 hari
dalam sirkulasi.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar