Selasa, 02 Februari 2016

Sel apa saja yang ada di dalam darah?

Saya kutip dari buku, tapi saya ngetik ulang ini yaaaa...... !


Sel darah merah, dikenal sebagai eritrosit, berbeda dengan sebagian besar sel tubuh lainnya karena eritrosit tidak memiliki nukleus. Nukleus eritrosit terlepas saat mereka meninggalkan sumsum tulang. Eritrosit matang nomal berbentuk diskus dan karena mereka tidak memiliki nukleus, mereka menjadi fleksibel; mereka dapat berubah bentuk dan menyesuaikan diri melewati pembuluh kapiler. Fungsi utama eritrosit adalah mengangkut oksigen dari paru paru ke jaringan perifer, mengangkut CO2 dari jaringan ke paru-paru, serta berperan dalam mengangkut dan metabolisme nitrit oksida (NO), membantu pembentukan NO dan vasodilatasi pada kondisi hipoksia.



Sel darah putih, dikenal sebagai leukosit, sebagai mekanisme pertahanan tubuh melawan infeksi dan berperan dalam respon imun. Dalam keadaan normal terdapat lima jenis leukosit dalam darah. Tiga diantaranya adalah granulosit, karena sitoplasmanya mengandung granul; berdasarkan warna granul dalam pewarnaan sediaan hapus darah tepi, mereka dapat dibagi menjadi neutrofil (granul kecil ungu), eosinofil (granul besar jingga) dan basofil (granul besar ungu tua). Mereka semua memiliki lobus atau inti polimorfik dan dikenal sebagai leukosit polimorfonuklear atau ‘polimorfik’. Fungsi granulosit terutama di jaringan daripada di aliran darah. Mereka dapat mencapai jaringan dengan migrasi melalui kapiler endotel.


Limfosit (Gb. 1.4d, e) adalah sel lebih kecil dari granulosit dan memiliki nukleus bulat. Sebagian kecil dari mereka memiliki sejumlah kecil granul sitoplasma. Limfosit dalam sirkulasi kelihatan sangat mirip satu sama lain namun terdiri dari tiga galur yaitu sel B, sel T dan sel pembunuh alamiah (natural killer/NK). 



Monosit (Gb.1.4.f) adalah sel paling besar yang ada di darah. Mereka memiliki nukleus berlobus dan sitoplasma banyak. Monosit menghabiskan beberapa hari di sirkulasi meskipun peran utamanya adalah di jaringan. Monosit matang menjadi makrofag atau histiosit (dikenal sebagai sistem retikuloendotelial), mampu melakukan fagositosis, membunuh mikroorganisme, memecah, dan membersihkan sisa sel yang hancur. Monosit membawakan antigen ke limfosit. Sementara neutrofil berperan penting dalam pertahanan melawan infeksi bakteri akut, maka galur sel monosit / makrofag berperan penting dalam pertahanan melawan infeksi bakteri kronik, seperti tuberkulosis dan infeksi jamur kronis. Monosit juga mensekresikan sejumlah sitokin yang meningkatkan respon inflamasi terhadap infeksi serta faktor pertumbuhan yang memicu produksi neutrofil dan monosit. Sebagai tambahan monosit juga mengatasi parasit (seperti malaria) dan partikel lain dari eritrosit. Monosit menghancurkan eritrosit pada akhir hidup eritrosit dan menyimpan besi yang dilepaskan dari hemoglobin untuk dipakai kembali.



 Trombosit merupakan partikel kecil yang dibentuk dari pecahan sitoplasma megakariosit di sumsum tulang, fungsinya terutama dalam respon hemostasis, membentuk sumbat trombosit pada lokasi luka pembuluh darah. Apabila aktif, trombosit mengubah fosfolipid di permukaannya untuk dapat berinteraksi dengan faktor koagulasi sehingga mencetuskan pembekuan darah pada lokasi luka. Trombosit hidup sekitar 10 hari dalam sirkulasi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar